Informasi Kecantikan, Kesehatan, Psikologi, Ibu dan Anak

12 Cara Menjadi Dewasa Dalam Berpikir Dan Bertindak Serta Mengambil Keputusan


Setiap manusia mempunyai sifat yang berbeda-beda. Faktor keturunan, pendidikan, dan lingkungan mempengaruhi pembentukan karakter atau sifat seseorang. Namun biasanya sifat yang paling disukai dan dikagumi banyak orang adalah mempunyai sikap yang dewasa.

Cara Menjadi Dewasa Dan Bijak Dalam Mengambil Keputusan

Sikap dewasa identik dengan sosok yang mampu menyelesaikan setiap masalah dengan bijak dan tenang. Sayangnya tidak semua orang bisa bersikap dewasa. Berikut adalah beberapa cara menjadi dewasa yang bisa kamu coba:

1. Selalu tenang

Sikap dewasa dimulai dari ketenangan dalam menghadapi berbagai situasi. Seorang yang dewasa tidak akan terlalu terbawa perasaan atau emosi dalam menghadapi situasi yang menyenangkan atau menyedihkan. Misalnya saja ketika mendapati bahwa dirinya lulus ujian, maka ia tidak akan mengikuti kebiasaan teman-temannya yang merayakan kelulusan dengan coret-coret, pawai, atau makan mewah. Seorang yang dewasa akan bersikap tenang juga dalam menghadapi kebahagiaan, ia akan lebih memilih untuk merayakannya dengan keluarga atau bersedekah pada anak yatim atas kelulusannya.

2. Sabar

Selalu sabar dalam menghadapi apapun juga dapat menjadikan kamu menjadi seorang yang bersikap dewasa. Kesabaran akan membuat seseorang lebih tenang dan ikhlas dalam menyelesaikan permasalahan. Seorang yang kekanakan justru lebih mudah marah dan melampiaskan kemarahannya pada orang lain sehingga yang didapatkan justru kerugian pada diri sendiri dan orang lain.

3. Mandiri

Untuk menjadi seorang yang bersikap dewasa, kamu harus bisa mandiri dalam melakukan sesuatu. Mandiri bukan berarti melakukan segalanya sendiri tanpa bantuan orang lain dengan congkak, tapi menjadi pribadi yang selalu berusaha melalukan segala sesuatu tanpa perlu merepotkan orang lain. Misalnya saja ketika kamu ingin membeli tiket tapi tahu caranya, maka kamu bisa bertanya pada orang yang mengerti lalu membeli tiket tersebut. Bukan malah menyuruh orang lain membelikan tiket untukmu.

4. Introspeksi diri

Seorang yang dewasa akan selalu melihat kesalahan pada dirinya sendiri, bukan justru menyalahkan orang lain ketika terjadi masalah. Ia akan memperbaiki kesalahan yang ia buat agar tidak merugikan orang lain lagi. Kamu harus belajar untuk melihat lebih jauh ke dalam diri kamu sehingga mengetahui apa yang salah dan harus diperbaiki.

5. Berpengetahuan luas

Orang yang bersikap dewasa biasanya memiliki pengetahuan atau wawasan yang lebih luas dibanding orang lain. Hal ini dikarenakan sifatnya yang mandiri sehingga menimbulkan rasa ingin tahu yang lebih besar agar ia bisa menyelesaikan segala sesuatu dengan baik. Membaca juga merupakan salah satu kegiatan yang disukai oleh orang yang bersikap dewasa sehingga pengetahuannya selalu bertambah. Perbanyaklah pengetahuan kamu agar kamu bis amenjadi lebih dewasa dan mandiri dalam menyelesaiakn masalah.

6. Menentukan prioritas

Seorang yang dewasa akan mampu untuk menentukan prioritas dalam hidupnya. Kamu harus bisa menentukan hal yang paling utama dan harus diselesaikan terlebih dahulu dibanding hal lainnya. Tentukan prioritas dengan melihat seberapa penting dan seberapa rapat tenggat waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan hal tersebut. Selesaikan prioritas pertama kamu agar bisa segera menyelesaikan hal penting lainnya. Kemampuan menentukan prioritas ini juga didukung oleh pengaturan jadwal yang baik sehingga memudahkan diri untuk segera menyelesaikan prioritas.

7. Selalu memanfaatkan waktu

Seorang yang bersikap dewasa tidak akan menyia-nyiakan waktu karena ia mengetahui betul pentingnya waktu. Ketika ada waktu luang, sebaiknya kamu memanfaatkannya untuk melakukan hal yang berguna, misalnya saja membaca, belajar memasak, atau hal lainnya. Sifat ini menjadi salah satu perbedaan terbesar antara sikap anak-anak dan dewasa, orang yang kekanak-kanakan akan lebih sering menghabiskan waktunya untuk hal yang tidak berguna.

8. Peduli

Sikap kekanakan biasanya lebih ke egosentris atau mementingkan diri sendiri. Jika kamu ingin bersikap dewasa, maka sebaiknya belajarlah untuk lebih peduli pada sesama. Bantulah orang yang membutuhkan sesuatu dengan ikhlas. Seorang yang dewasa memiliki empati yang besar karena mampu menempatkan dirinya pada posisi orang lain sehingga lebih mengerti tentang kondisi orang yang kesulitan. Orang yang dewasa bukan hanya peduli pada sesama, tapi juga lingkungan. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu hal penting dalam hidup seseorang yang dewasa karena telah mengerti kerusakan yang akan terjadi jika lingkungan tidak dijaga.

9. Tahu perbedaan yang salah dan benar

Tidak terlepas dari pengetahuan luas yang dimiliki oleh seorang yang dewasa, ia akan mampu membedakan mana hal yang benar dan salah, baik dan buruk. Untuk menjadi seorang yang dewasa, kamu harus mampu melakukan hal ini karena orang yang bersikap dewasa dituntut untuk lebih mengetahui apa yang terbaik bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. Kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan salah inilah yang menjadikan sosok pribadi dewasa menjadi orang yang pertama dicari untuk dimintai nasehat maupun sarannya.

10. Bersikap sopan dan santun

Hanya orang yang kekanakan yang tidak bisa menjaga sikap sopan dan santun di hadapan orang lain. Seorang yang dewasa tidak akan mengeluarkan kata-kata kotor atau bersikap tidak sopan di depan orang lain. Hal itu merupakan hal yang tabu baginya. Misalnya saja membungkuk dan permisi ketika lewat di depan orang yang sedang duduk. Jika kamu ingin menjadi orang yang bersikap dewasa, maka kamu harus selalu menjaga sikap sopan dan santun dimana pun dan kapan pun, terutama pada orang yang lebih tua.

11. Selalu bersyukur

Orang yang mempunyai sikap dewasa tidak akan mudah mengeluh, ia justru selalu bersyukur atas segala hal. Sangat berbanding terbalik dengan sikap kekanakan yang selalu mengeluh, misalnya mengeluhkan cuaca yang panas atau rejeki yang sedang tidak baik. Orang yang dewasa justru akan mensyukuri segalanya dengan berpikir bahwa cuaca yang panas merupakan salah satu pengingat bahwa neraka jauh lebih panas dan rejeki yang kurang baik merupakan pengingat agar lebih giat bekerja dan bersedekah. Kamu harus belajar untuk menahan segala keluhan untuk bisa menjadi seorang yang dewasa.

12. Selalu berpikir positif

Seorang yang dewasa akan selalu berpikir positif dalam melihat apapun. Ia tidak akan mendahulukan pikiran negatifnya untuk menilai sesuatu. Misalnya saja ketika ia mengalami pencurian, maka ia tidak akan menuduh sembarangan orang di sekitarnya atau marah-marah dengan sangat kasar. Orang yang dewasa justru akan tenang dan berpikir bahwa ini semua adalah ujian kesabaran dan mengintrospeksi diri apakah ia kurang bersedekah atau mungkin ia lalai. Kamu harus mampu mengasah kemampuan berpikir positif seperti ini agar bisa menjadi dewasa.

Itulah cara menjadi dewasa yang dapat kamu coba. Menjadi dewasa bukanlah soal umur, tapi sikap yang dimiliki dalam menghadapi segala sesuatu. Orang yang memiliki sikap dewasa jauh lebih dihargai dan dihormati di mata masyarakat karena dianggap layak dan mampu untuk menjadi teladan bagi mereka dan anak-anak mereka. Selamat mencoba.

Pencarian:

  • cara menjadi dewasa dalam berpikir dan bertindak
  • cara berpikir dewasa psikologi
  • cara menjadi dewasa dalam berpikir
  • cara berpikir dewasa
  • cara menjadi dewasa
  • menjadi dewasa dalam berpikir dan bertindak
  • brtindak bewasa
  • Cara menjadi dewa
  • dewasa dalam berpikir dan bertindak
  • Menuru piskolok mejadi dewasa
You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.